ceritakelincimuda

ceritakelincimuda

Selasa, 30 Agustus 2011

kalo memang menangis bisa menghilangkan semuanya, aku mau nangis se-ember

Jombang, Ied 1432H
he'em, judulnya lagi ngegalau. dan emang iya, gue abis nangis. nangis seabis-abisnya. tapiii waow! GUE MASIH GA BISA NGEHILANGIN LO DARI PIKIRAN GUE!!
oke terserah kalo lo bilang gue psycho ato apapun, nyatanya emang kaya gini. tapi toh aku juga masih begitu gengsinya mengaku dihadapanmu. dan aku bergumul dengan tangisanku seorang diri..
oh fak! sampai kapaaaaan??
yaa setidaknya sampai aku bener2 tau satu hal : rasa lo ke gue berkurang ato malah bertambah??
tapi nyatanya lo juga ga se-gentle yang gue pikir. lo ga brani ngakuin apapun yang lo rasain. sama kaya gue. dan sakitnyaaa kita samasama masih jaga komunikasi. hmm okeee kalo emang menangis bisa menghilangkan rasaku, gue mau nangis sebanyak2nya. fine! case closed! insyALLAH

Senin, 29 Agustus 2011

heii, akhirnya aku merindumu juga bung

yaaa, walopun kemaren kemaren ak sempet gengsi, tapi iyalah, ak jujur dalem ati. aku rindu kamu bung :)
kadang pengen aja kaya dulu, pengen bareng2 lagi, pengen aja dimana mana selalu kamu ingetin, tapi apa bisa?
mungkin kemaren kemaren, emang aku yang salah. emang iyaa aku salah. salah atas semuanya. dan salah telah menyianyiakanmu. kembalillah dengan segudang cahaya yang selalu ku tunggu..
aaah bung, aku merindumu..:(

Minggu, 28 Agustus 2011

lelakiku, maaf atas rasaku

maaf, bukan ku menyalahkanmu, ku hanya tak mau menjadi bebanmu..
beban karena rasaku..
beban karena rasa yang tak pernah habis dan selalu bertambah setiap harinya..

maaf, bukan ku takut dan tak sabar..
aku sudah mencoba bersabar sejauh ini..
dan inilah bukti kesabaran saya..

aku hanya mencoba menghayati kebahagiaanku yang terbentuk karena kebahagiaanmu..

memang rasa itu tak pernah habis untukmu lelakiku..
rasa yang tak pernah ku coba untuk mengakhirinya..
dan rasa yang ku tak tau harus sampai kapan menghentikannya..
rasa yang selalu meyakinkanku karena kepercayaanku terhadapmu..
rasa yang tak pernah berhenti seketika walau kau berusaha menyadarkanku akan hal itu..
karena aku percaya..
dan aku mempercayaimu lelakiku..

aku hanya mencoba menghayati kebahagiaanku yang terbentuk karena kebahagiaanmu..

dan ketikaa itu..
ketika aku lagi lagi percaya akan rasa yang ada jauh di dalam ini..
kamu pun lagi lagi mencoba menggoyahkannya..
dan aku tetap tak percaya..
maaf, atas rasaku yang berlebih ini..

ketika penjelasan itu semakin terlihat..
ketika rasaku terbukti benar..
dan..
ketika kau mulai mempercayai rasa yang ada di dalamku..
hanya senyum simpul yang terlintas, dan semakin ku percaya sama rasaku..

aku hanya mencoba menghayati kebahagiaanku yang terbentuk karena kebahagiaanmu..

ini bukan masalah kesabaran, ini bukan masalah kebahagiaanku..
aku hanya mencoba menghayati kebahagiaanku yang terbentuk karena kebahagiaanmu..
itu sebabnya aku memilih, maaf..
aku memilih untuk melihatmu lebih bahagia..
bahagia dengannya yang mungkin menurutmu jauh lebih bisa membuatmu bahagia daripada aku..

aku hanya mencoba menghayati kebahagiaanku yang terbentuk karena kebahagiaanmu..
berbahagialah lelakiku :*