ceritakelincimuda

ceritakelincimuda

Selasa, 27 September 2011

lelaki bermobil merah itu KAMU !

Malam, 26 september 2011
yaa, malam kemarin tepatnya. ketika mereka (punggawa kos az-zahra) lebih memilih untuk berbincang di ruang tv sambil ngobrol ngalor ngidul, aku baru saja menginjakkan kaki di kosan. yayayyaa apalagi kalo bukan karena hmjm. he'em, organisasi yang benar2 menyita waktuku, menyita pikiranku, hingga mentalku sedikit terkuras. letih lebih tepatnya..
iyaaa, malam kemarin. mereka yang duduk di ruang tv, aku lebih memilih masuk langsung ke kamarku dan menyalakan tv-ku. dan langsung tertidur pulas. sekedar untuk mengembalikan semangatku dan daya tahan tubuhku yang benar benar menghilang akhir akhir ini..
sayup sayp kudengar suara tawa lantang adek kos, dan gaya bicara mereka yang sedikit membangunkanku.'ingin rasanya aku beranjak dari tempat tidurku yang nyaman ini, untuk berkumpul dengan mereka' tapi keinginanku langsung tertahan ketika mataku dan tubuhku benar benar sudah tak mampu menopang..
~aaah, aku letih sekali. letih pikiran dan mentalku~
oh iya, sayup sayup pun kudengar cerita cinta diantara mereka yang duduk di ruang tv itu, keras, lucu, heboh sekali mereka malam kemarin. bahkan ada yang mencoba menjodoh-jodohkan anak kosan dengan teman teman mereka. haha khas gaya muda anak sekarang. CINTA :)
nikmatnya cinta memang tak pernah berakhir..
diantara perjodohan yang sedang mereka bicarakan, aku bahkan tak tertarik sedikitpun. bukan karena aku kelelahan saat itu, tapi karena aku menyukai mobil merah itu, dna pemiliknya adalah KAMU :)
iyaaaa, aku menyukaimu, aku mencintaimu, dan aku masih menyayangimu..
dan aku semakin tergila gila padamu bung :)
walaupun mungkin kamu hanya cerita lamaku..
tapi setidkanya ini selalu menahanku untuk tidak menemukan lelaki yang jauh lebih baik darimu..

Sabtu, 24 September 2011

petir malam hari !

masih adakah yang pantas untuk kupertahankan??
ketika kita memang tak lagi satu..
ketika kau sudah memilih dia..
dan kau sudah meminta restuku..
restu untuk membiarkanmu menikahinya..

ooh damn, mimpi buruk kah ini? aku berharap ini cuma drama yang suatu saat nanti akan berakhir. tapi semakin aku berharap yaaa emang semakin aku sakit..
oke, kubiarkan kau memilih dia dan menikahinya..
dengan tangis dan luka yang selalu menganga disini, hatiku lebih tepatnya..

dan aku menyesal mengatakannya ke mama papa, orang yang paling ku sayangi, dan orang yang paling menyanyangimu lebih dari sayang mereka ke aku..
"pa, edi mau nikah"
seperti petir yang tibatiba menyambar di tengah malam, aku tau beliau terluka BANGET! tapi beliau berusaha menguatkanku agar aku tak jatuh berkeping-keping lagi
"ooh trus kenapa kamu? mangkel? marah? see, kamu bukan siapa2nya lagi, ucapin selamat dong dik", ada senyum di bibirnya walaupun aku tau dia terluka banget..
maaf ya papa, maaf, niatku tak mau menceritakan semua ini. tapi aku takut papa semakin menyayanginya..
seperti rasaku yang tak pernah habis sedikitpun walaupun kenyataannya seperti ini..

kalau memang nanti kau jadi menikahinya, restuku untukmu dear :)
walau tak pernah kau tau, luka menganga ini selalu dan semakin dalam kalau ini jadi kenyataan

dear my ex extraordinary partner

malam ini, ditemani anggunnya bulan dan suara hembusan angin yang menyejukkan. begitu nyaman. nyaman, hingga mampu kekumpulkan setiap kepingan yang telah tercecer itu, dan mungkin sudah mampu kukumpulkan sebagiannya itu. entah, aku tak tahu apa yang kucari. namun kutau pasti, satu hal yang pasti, dan aku yakini itu kulakukan sekarang. AKU SENDIRI. ditemani segala yang indah di kamar ini. kamar yang cukup membuatku nyaman. penuh dengan kertas itu. iya kertas itu, kertas yang kutau dan cuma aku yang tau maknanya. ah kurasa bukan kertas, ini lembaran. berlembar-lembar malah, dan aku paham jika disetiap lembarnya aku selalu menuliskanmu, semua yang indah tentangmu, semua cerita kita. dan sekarang aku bergumul dengannya lagi, menjatuhkan sedikit demi sedikit tinta hitam dan semoga masih namamu yang ku tulis disana..

dear my extraordinary partner..
i know you miss me, miss me so badly. so do I. no matter what, i know i love you

memang masih namamu, masih nama yang indah itu menurutku. masih rasa yang menggebu itu. indah memang, indah, seindah senyuman yang selalu kau berikan saat menyambut kedatanganku. oh iya, aku lupa kalo ternyata kita tak sama. tak sama dalam hal apapun. daaan, yaa memang kita tak sama.

dear my extraordinary partner..
satu hal yang kau tau pasti, aku mencintaimu. tapi ada hal besar lain yang tak kau tau pasti dariku "aku mencintaimu jauh lebih besar daripada benciku yang selama ini ku tunjukkan padamu''