masih adakah yang pantas untuk kupertahankan??
ketika kita memang tak lagi satu..
ketika kau sudah memilih dia..
dan kau sudah meminta restuku..
restu untuk membiarkanmu menikahinya..
ooh damn, mimpi buruk kah ini? aku berharap ini cuma drama yang suatu saat nanti akan berakhir. tapi semakin aku berharap yaaa emang semakin aku sakit..
oke, kubiarkan kau memilih dia dan menikahinya..
dengan tangis dan luka yang selalu menganga disini, hatiku lebih tepatnya..
dan aku menyesal mengatakannya ke mama papa, orang yang paling ku sayangi, dan orang yang paling menyanyangimu lebih dari sayang mereka ke aku..
"pa, edi mau nikah"
seperti petir yang tibatiba menyambar di tengah malam, aku tau beliau terluka BANGET! tapi beliau berusaha menguatkanku agar aku tak jatuh berkeping-keping lagi
"ooh trus kenapa kamu? mangkel? marah? see, kamu bukan siapa2nya lagi, ucapin selamat dong dik", ada senyum di bibirnya walaupun aku tau dia terluka banget..
maaf ya papa, maaf, niatku tak mau menceritakan semua ini. tapi aku takut papa semakin menyayanginya..
seperti rasaku yang tak pernah habis sedikitpun walaupun kenyataannya seperti ini..
kalau memang nanti kau jadi menikahinya, restuku untukmu dear :)
walau tak pernah kau tau, luka menganga ini selalu dan semakin dalam kalau ini jadi kenyataan
ketika kita memang tak lagi satu..
ketika kau sudah memilih dia..
dan kau sudah meminta restuku..
restu untuk membiarkanmu menikahinya..
ooh damn, mimpi buruk kah ini? aku berharap ini cuma drama yang suatu saat nanti akan berakhir. tapi semakin aku berharap yaaa emang semakin aku sakit..
oke, kubiarkan kau memilih dia dan menikahinya..
dengan tangis dan luka yang selalu menganga disini, hatiku lebih tepatnya..
dan aku menyesal mengatakannya ke mama papa, orang yang paling ku sayangi, dan orang yang paling menyanyangimu lebih dari sayang mereka ke aku..
"pa, edi mau nikah"
seperti petir yang tibatiba menyambar di tengah malam, aku tau beliau terluka BANGET! tapi beliau berusaha menguatkanku agar aku tak jatuh berkeping-keping lagi
"ooh trus kenapa kamu? mangkel? marah? see, kamu bukan siapa2nya lagi, ucapin selamat dong dik", ada senyum di bibirnya walaupun aku tau dia terluka banget..
maaf ya papa, maaf, niatku tak mau menceritakan semua ini. tapi aku takut papa semakin menyayanginya..
seperti rasaku yang tak pernah habis sedikitpun walaupun kenyataannya seperti ini..
kalau memang nanti kau jadi menikahinya, restuku untukmu dear :)
walau tak pernah kau tau, luka menganga ini selalu dan semakin dalam kalau ini jadi kenyataan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar